Soul

Kemenhaj Tegaskan Hanya Petugas Haji yang Lolos Syarat Bisa Berangkat ke Tanah Suci

Jakarta (KABARIN) - Kementerian Haji (Kemenhaj) menegaskan hanya calon petugas haji yang benar-benar lolos seleksi dan memenuhi standar yang akan diberangkatkan ke Tanah Suci.

Penegasan itu disampaikan Wakil Komandan Diklat PPIH Arab Saudi 2026, Kolonel (Purn) Muftiono, di Jakarta, Kamis malam. Ia menyebut tidak semua peserta pendidikan dan pelatihan bisa melanjutkan ke tahap penugasan karena ada yang gagal memenuhi kualifikasi akhir.

Menurut Muftiono, pola diklat tahun ini disusun untuk menjabarkan arahan tegas Menteri Haji dan Umrah. Fokus utama pelatihan diarahkan pada tiga hal penting, yakni kondisi fisik yang prima, kedisiplinan, serta integritas personal.

"Memang di sisi kami yang mengawasi training dan diklat, itu membuat satu kurikulum yang harapannya adalah untuk sampai pada tujuan utama," ujarnya.

Ia menegaskan, tiga aspek tersebut bukan sekadar slogan, melainkan syarat utama kelulusan peserta diklat.

"Tujuan utama dari diklat itu kan, satu, membentuk petugas haji yang bugar. Kedua, membentuk petugas haji yang disiplin. Berikutnya, membentuk petugas haji yang berintegritas," katanya.

Jika salah satu dari unsur itu tidak terpenuhi, peserta dipastikan tidak lolos.

"Apabila tujuan utama itu tidak ada atau kurang, tentu saja itu menjadi indikator kegagalan," ujar Muftiono.

Sikap tegas ini sejalan dengan pernyataan Wakil Menteri Haji, Dahnil Anzar Simanjuntak, saat pembukaan diklat awal Januari lalu. Ia menekankan bahwa pelatihan tahun ini menerapkan pendekatan semi militer guna membentuk mental petugas yang siap melayani.

Dahnil juga mengingatkan agar peserta meluruskan niat dan tidak sekadar “nebeng naik haji”. Ketegasan tersebut dibuktikan dengan pencoretan sedikitnya enam peserta di tengah pelatihan akibat masalah kesehatan dan pelanggaran disiplin.

Juru Bicara Kemenhaj, Suci Anisa Mawardi, membenarkan bahwa hasil evaluasi akhir menunjukkan ada peserta yang dinilai tidak layak berangkat.

Ia mengakui kementerian awalnya berharap seluruh peserta bisa diberangkatkan. Namun target pelayanan maksimal pada musim haji 2026 membuat standar seleksi tidak bisa ditawar.

"Kita berharap untuk semua petugas haji akan diberangkatkan ke Arab Saudi. Tapi berdasarkan hasil selama diklat ternyata tidak memungkinkan," ujarnya.

Suci menegaskan keputusan tersebut diambil demi kepentingan jamaah.

"Karena kita ingin pelaksanaan 2026 ini menghasilkan pelayanan yang maksimal terkhusus untuk jamaah haji," kata Suci.

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026
TAG: